Permasalahan anak berkemampuan mental rendah ( Anak tunagrahita ) tidak asing lagi bagi para guru SLB maupun para pendidik yang berkecimpung di bidang PLB. Namun dengan berkembangnya teknologi, permasalahan yang dihadapi bagi guru dalam upaya pembelajaran bagi mereka juga mengalami perkembangan. Salah satu contoh dalam perkembangan adalah istilah atau penamaan bagi anak juga mengalami perkembangan. Secara historis penamaan anak dimulai dengan istilah –istilah yang kurang mengenakkan atau kurang mempertimbangkan kondisi sosial psikologis bagi orang tua anak yang mengalami retardasi mental atau keterbelakangan mental maupun bagi anak yang bersangkutan. Istilah yang digunakan tersebut merupakan pemahaman yang artinya ditujukan kepada masalah kemampuan berpikir anak yang lemah.Beberapa istilah yang sering digunakan antara lain sebagai anak : dungu , bodoh, lemah otak, tuna mental , tuna cipta, retardasi mental, keterbelakangan mental, lambat belajar, mental subnormality, menta...